Tag: dokumenter

  • Fenomena Berkebaya Yogyakartya

    Fenomena Berkebaya Yogyakartya

    Fenomena Berkebaya Yogyakarta

    Anggun adalah cara paling halus untuk melawan lupa

    Producer LIANI ANDRIANA /// Director A. IRFAN MUZAKI

    Sinopsis

    Bukan sekadar busana, kebaya di Yogyakarta kini menjelma menjadi simbol perlawanan halus—terhadap budaya instan, terhadap seragam modernitas yang mengebiri identitas. Dalam keheningan langkah para perempuan berkebaya menyusuri Malioboro, alun-alun, bahkan sudut kampus, tersembunyi sebuah pernyataan: bahwa anggun bisa jadi radikal, bahwa adat bisa tampil percaya diri tanpa minta validasi.

     

    Gerakan ini tak diorganisir lembaga, tak dipimpin selebriti. Ia tumbuh dari akar, dari perempuan-perempuan biasa yang menolak melupakan. Berkebaya menjadi ekspresi lokal yang bangga—local proudly—yang tidak mencari eksotika, tapi menghidupkan kembali estetika yang dulu dianggap terlalu kuno untuk zaman digital.

     

    Di Yogyakarta, kebaya tidak hanya dikenakan untuk upacara atau pernikahan. Ia muncul di warung kopi, naik motor, masuk ruang kelas, dan duduk di antara gerakan feminis, budaya, dan spiritualitas. Setiap renda, setiap lipatan kain, adalah arsip tubuh—mengisahkan sejarah, kemuliaan, dan luka yang diwariskan.

     

    Ini bukan nostalgia. Ini regenerasi. Berkebaya hari ini bukan soal kembali ke masa lalu, tapi menciptakan bentuk baru dari keberanian: tampil anggun tanpa harus jadi imitasi. Sebab dalam tiap kebaya, ada tubuh perempuan yang berdiri tegak—dengan memori leluhur di kulitnya, dan pandangan masa depan di matanya.

    Credit

    Executive Producer

    KALACEMETI PICTURES

     

    Producer

    LIANI ANDRIANA

     

    Director

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Camera Person

    • A. IRFAN MUZAKI
    • MARK DOMINGGO. N

     

    Music Director

    • WEDNES MANDRA
    • RINALDI SAPUTRO

     

    Editor

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Unit Manager

    LIANI ANDRIANA

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

  • Legenda Dari Grudo

    Legenda Dari Grudo

    Legenda Dari Grudo

    Tubuh kosong menunggu jiwa, seperti malam menunggu mimpi

    Producer DWIJANARTI PRATIWI /// Director A. IRFAN MUZAKI /// Writer DWI PUTRI. R

    Sinopsis

    Nini Thowong bukan sekadar permainan rakyat atau hiburan desa. Ia adalah boneka—kadang dari batok kelapa, kain bekas, sabut kelapa—yang hanya akan bergerak jika “dihidupkan”. Tapi yang menggerakkan bukan manusia. Yang mengisi adalah roh.

     

    Di Bantul, Yogyakarta—terutama di Grudo—tradisi Nini Thowong masih dilakukan dalam suasana sakral. Boneka ini dijadikan medium, bukan mainan. Dalam ritualnya, seorang pawang akan memanggil entitas halus—seringkali bukan roh jahat, tapi arwah penasaran, atau bahkan leluhur penjaga—untuk “menginangi” tubuh kosong si boneka. Tubuh kosong, seperti tubuh manusia, tak ada artinya tanpa jiwa. Dan jiwa, jika diundang dengan benar, bisa datang. Dan menari.

     

    Gerakan Nini Thowong tak dibuat-buat. Ia akan bergerak sendiri. Kadang pelan, kadang liar. Kadang membawa pesan, kadang hanya ingin ikut hadir. Filosofinya dalam: tubuh hanyalah wadah. Yang membuat hidup adalah energi yang tak terlihat. Dan energi itu bisa diminta datang, jika niat, mantra, dan ruang dibersihkan.

     

    Tapi tak sembarang orang boleh bermain dengannya. Salah panggil bisa membawa celaka. Salah tutup bisa bikin arwah enggan pulang. Maka, Nini Thowong juga adalah pelajaran tentang batas: bahwa dunia ini bukan hanya milik yang kasat mata.

     

    Di balik tarian dan tawa anak-anak yang menyaksikan, terselip sebuah peringatan halus dari masa lalu: bahwa setiap benda bisa punya nyawa, jika kita percaya. Dan bahwa tak semua yang bergerak itu hidup, dan tak semua yang hidup itu terlihat.

    Credit

    Executive Producer

    KALACEMETI PICTURES

     

    Producer

    DWIJANARTI PRATIWI

     

    Director

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Script Writer

    DWI PUTRI. R

     

    Camera Person

    • A. IRFAN MUZAKI
    • DZULKIFLI AZHAR

     

    Audioman

    • ANNORY LANGGA
    • HIKMAWAN FAJAR. S

     

    Lightingman

    MARK DOMINGGO. N

     

    Editor

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Unit Manager

    DWIJANARTI PRATIWI

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

  • Ironi Karst Tanah Jawa

    Ironi Karst Tanah Jawa

    Ironi Karst Tanah Jawa

    Yang runtuh bukan hanya batu, tapi janji pada tanah yang kau panggil ibu

    Producer CHARLA SHERLITA /// Director A. IRFAN MUZAKI /// Writer CHICILIA RISCA YOLANDA

    Sinopsis

    Di balik keindahan perbukitan kapur yang membentang dari Pegunungan Sewu hingga kawasan Kendeng, tersembunyi tulang-belulang zaman purba yang membentuk nadi kehidupan: karst—tanah berongga yang menyimpan air, memelihara gua, dan menjadi rumah bagi budaya serta ekosistem yang tak tergantikan.

     

    Tapi semua itu retak di bawah beban ekskavator. Di atas nama “pembangunan”, karst dikoyak untuk batu gamping, semen, dan keuntungan jangka pendek. Air lenyap, tanah gersang, gua runtuh, dan makhluk endemik perlahan punah—semuanya demi industri yang tak mengenal batas. Yang dulunya sakral dan penuh narasi kosmis kini jadi komoditas.

     

    Ironinya, masyarakat sekitar yang dahulu menjaga lanskap ini justru menjadi korban pertama: petani kehilangan sumber air, budaya kehilangan ruang hidup, dan sejarah kehilangan pijakan. Tanah Jawa bukan hanya kehilangan bentuknya—tapi jati dirinya.

     

    Dan ketika gunung-gunung karst berubah menjadi puing-puing putih, kita akan sadar bahwa yang hancur bukan cuma bukit… tapi juga masa depan.

    Credit

    Executive Producer

    KALACEMETI PICTURES

     

    Producer

    CHARLA SHERLITA

     

    Director

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Script Writer

    CHICILIA RISCA YOLANDA

     

    Narator

    ELSA DESYANA PUTRI

     

    Camera Person

    • A. IRFAN MUZAKI
    • ALDINA LATIFANI

     

    Audioman

    ANNORY LANGGA

     

    Editor

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Unit Manager

    CHARLA SHERLITA

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

  • Pal Putih

    Pal Putih

    Pal Putih

    Dari silindris menuju sudut, dari doa menjadi dekorasi

    Producer LOLA LOLITA. S /// Director A. IRFAN MUZAKI /// Writer ORRYZA MELATI. S

    Sinopsis

    Tugu Jogja, atau yang kini akrab disebut Pal Putih, berdiri megah di simpang jalan utama kota—tapi tak banyak yang ingat bahwa ia adalah jelmaan dari tugu lain yang telah tiada: Tugu Golong-Gilig. Dibangun pada 1755 atas perintah Sultan Hamengkubuwono I, Tugu awal ini bukan sekadar penanda, tapi simbol filsafat politik dan spiritual: “manunggaling kawula gusti” — persatuan antara raja dan rakyat, manusia dan Tuhan.

     

    Tugu Golong-Gilig berbentuk silindris, menjulang lurus ke langit, tanpa pagar pembatas—mengisyaratkan keterhubungan langsung antara bumi dan langit. Tapi gempa 1867 merobohkannya. Kolonial Belanda membangunnya kembali tahun 1889 dengan bentuk baru: lebih pendek, bersudut, dan bergaya Eropa. Sejak saat itu, makna spiritualnya perlahan memudar, digantikan oleh makna administratif dan estetis.

     

    Kini, Pal Putih menjadi ikon pariwisata. Ia difoto, disanjung, dan dijadikan landmark, tapi akar filosofisnya—tentang kesatuan kosmos dan kepemimpinan yang melayani—hampir tak disebut. Ia menjadi monumen yang indah tapi sunyi, terputus dari darah dan nafas yang dulu menghidupinya.

    Credit

    Executive Producer

    KALACEMETI PICTURES

     

    Producer

    LOLA LOLITA. S

     

    Director

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Script Writer

    ORRYZA MELATI. S

     

    Narator

    AVIE KUSNADI

     

    Camera Person

    • A. IRFAN MUZAKI
    • MARK DOMINGGO. N
    • M. YANUAR ISHAQ

     

    Editor

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Music Director

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Audio Mixing & Mastering

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Animator & Graphic

    HILMAWAN FITRIANSYAH

     

    Unit Manager

    YULIA RATNA. W

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

  • Hari Tua Sang Maestro Karawitan

    Hari Tua Sang Maestro Karawitan

    Hari Tua Sang Mestro Karawitan

    Tangannya gemetar, tapi nadanya tak pernah salah arah

    Producer & Director A. IRFAN MUZAKI /// Writer ELSA DESYANA. P

    Sinopsis

    Di balik gemanya gong dan lembutnya saron, tersembunyi kisah hidup seorang maestro karawitan yang tubuhnya kini renta, suaranya gemetar, tapi ingatannya masih setia pada irama yang ia tabuh sejak muda. Ia bukan sekadar pemain—tapi penjaga warisan, penyambung napas dari zaman yang nyaris punah.

     

    Puluhan tahun ia mengabdikan diri tanpa pamrih: melatih generasi muda yang kini tak lagi menoleh ke belakang, memainkan komposisi untuk acara adat yang kian jarang digelar, hingga menabuh gamelan meski tubuhnya sudah menggigil. Ia hidup bukan untuk dikenal, tapi untuk menjaga agar satu nada pun tak hilang dari dunia.

     

    Kini, di usia hampir seabad, ia duduk dalam kesunyian. Tak ada panggung, tak ada penghargaan, tak ada liputan media. Hanya gamelan yang setia menunggu disentuh. Ia adalah jejak hidup yang dibentuk dari darah, peluh, dan air mata—tapi kini terancam lenyap, tertiup angin sejarah yang lebih suka melaju daripada menoleh.

     

    Dan mungkin kelak, ketika semua telah terlambat, baru kita sadar: bahwa yang kita abaikan bukan hanya satu orang tua, tapi satu dunia yang dibawanya dalam dadanya.

    Credit

    Executive Producer

    KALACEMETI PICTURES

     

    Producer

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Director

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Script Writer

    ELSA DESYANA. P

     

    Camera Person

    • A. IRFAN MUZAKI
    • ELSA DESYANA. P


    Narator

    ROFAN MUFLIHUDIN

     

    Editor

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Unit Manager

    ELSA DESYANA. P

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

  • Batik Imogiri

    Batik Imogiri

    Batik Imogiri

    Setiap lekuk adalah puisi yang melayang di kanvas waktu

    Producer A. IRFAN MUZAKI /// Director ALIFI ASTIKA. N. L /// Writer FEBY N. ROSALES

    Sinopsis

    Batik Imogiri, dengan keindahan estetika abstraknya, menghadirkan suatu dunia penuh makna yang menggugah pikiran, bahkan bisa membuat seorang seniman sekelas Picasso terperangah. Setiap lekuk motif yang tercipta bukan sekadar pola, melainkan sebuah simbolisme yang melampaui batas waktu dan ruang. Kekuatan desainnya terletak pada cara ia bermain dengan kontras antara bentuk geometris dan organik, menciptakan kedalaman dan dinamika dalam setiap helai kainnya.

     

    Kekayaan warna yang digunakan tidak hanya menyatu dengan keindahan visual, tetapi juga menciptakan sensasi emosional yang kuat. Keabstrakan dalam Batik Imogiri mengajak pengamat untuk menafsirkan tiap goresan dan kombinasi bentuknya—seperti sebuah karya seni modern yang menantang interpretasi. Kemampuan batik ini untuk memadukan tradisi dan eksperimentasi memberi kesan bahwa ia lebih dari sekadar warisan budaya, tetapi sebuah bentuk ekspresi artistik yang bisa menandingi karya-karya revolusioner masa kini. Di balik kerumitan pola-pola itu, ada suatu pesan yang mengajak kita untuk melihat dunia dengan cara yang lebih dalam dan berbeda.

    Credit

    Executive Producer

    KALACEMETI PICTURES

     

    Producer

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Director

    ALIFIA ASTIKA. N. L

     

    Script Writer

    FEBY N. ROSALES

     

    Narator

    FEBY N. ROSALES

     

    Camera Person

    • A. IRFAN MUZAKI
    • ALIFIA ASTIKA. N. L
    • FEBY N. ROSALES

     

    Editor

    FEBY N. ROSALES

     

    Unit Manager

    • ALIFIA AASTIKA. N. L
    • FEBY N. ROSALES

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

  • Mengolah Raga Dalam Rasa

    Mengolah Raga Dalam Rasa

    Mengolah Raga Dalam Rasa

    Setiap tarikan busur adalah doa yang tak bersuara

    Producer EVI ERICKA YULIA. S /// Director A. IRFAN MUZAKI /// Writer FEMY RATNAPURI

    Sinopsis

    Olahraga panahan di Yogyakarta, lebih dari sekadar kegiatan fisik, memiliki filosofi mendalam yang menggabungkan ketenangan batin, kedisiplinan, dan keterhubungan dengan alam. Panahan mengajarkan pentingnya fokus yang mendalam, ketepatan, dan pengendalian diri. Di Yogyakarta, tempat yang kaya akan tradisi budaya dan spiritualitas, panahan bukan hanya dipandang sebagai olahraga, tetapi sebagai suatu praktik meditasi yang menyatukan tubuh dan pikiran.

     

    Filosofi panahan di Jogja mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang lebih luas, seperti keseimbangan dan keharmonisan. Ketika seorang pemanah menarik busur dan melepaskan anak panah, dia tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk mengendalikan emosi, menyeimbangkan perasaan, dan berfokus sepenuhnya pada momen tersebut. Keberhasilan dalam panahan bukan hanya diukur dari seberapa tepat anak panah mengenai sasaran, tetapi juga dari seberapa tenang dan terpusatnya pikiran pemanah.

     

    Sebagai bagian dari budaya Jogja yang memadukan unsur tradisi dan modernitas, olahraga ini juga membawa nilai sosial yang penting, seperti gotong royong dan rasa saling menghormati antar sesama pemanah. Dalam komunitas panahan di Jogja, ada semangat untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan, yang memperkaya pengalaman spiritual dan sosial para pesertanya.

     

    Dengan demikian, filosofi olahraga panahan di Yogyakarta lebih daripada sekadar teknik, tetapi sebagai jalan menuju kedamaian batin, keseimbangan diri, dan penerimaan terhadap perjalanan hidup yang penuh tantangan dan perubahan.

    Credit

    Executive Producer

    KALACEMETI PICTURES

     

    Producer

    EVI ERICKA YULIA. S

     

    Director

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Script Writer

    FEMY RATNAPURI

     

    Narator

    DEVA BUNGA MADARAYU

     

    Camera Person

    • A. IRFAN MUZAKI
    • ASKA PUTRI LARASATI
    • MARISA ANDRIYANI
    • RIZKY SATRIADIKA

     

    Audioman

    CHRISTIAN SATYA

     

    Editor

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Animasi & Grafis

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Music Director

    A. IRFAN MUZAKI

     

    Unit Manager

    EVI ERICKA YULIA. S

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia

    KALACEMETI RISET DAN ASET

    Jl. Selomerto Madukara #06-07

    Jagalan, Selomerto, Wonosobo

    Jawa Tengah – 56361, Indonesia