- Indonesia
- Jawa
- English
- 日本語
- 한국어
- 中文
- عربي
- Dutch
- Deutsch
- Россия
- แบบไทย
- Tiếng Việt
- हिंदी
- Ελλάδα
- Монгол
- Türkiye
- Tagalog
- Français
- Español
- Português
- Norge
- Sverige
- Suomi
- Italiano
- România
- Latinus
- ខ្មែរ
- Հայաստան
- ქართული
- magyarország
- қазақтар
- íslenskur
- o’zbek
- עִברִית
- Indonesia
- Jawa
- English
- 日本語
- 한국어
- 中文
- عربي
- Dutch
- Deutsch
- Россия
- แบบไทย
- Tiếng Việt
- हिंदी
- Ελλάδα
- Монгол
- Türkiye
- Tagalog
- Français
- Español
- Português
- Norge
- Sverige
- Suomi
- Italiano
- România
- Latinus
- ខ្មែរ
- Հայաստան
- ქართული
- magyarország
- қазақтар
- íslenskur
- o’zbek
- עִברִית
Legenda Dari Grudo
Tubuh kosong menunggu jiwa, seperti malam menunggu mimpi
- Kalaccemeti Pictures
Producer DWIJANARTI PRATIWI /// Director A. IRFAN MUZAKI /// Writer DWI PUTRI. R
Sinopsis
Nini Thowong bukan sekadar permainan rakyat atau hiburan desa. Ia adalah boneka—kadang dari batok kelapa, kain bekas, sabut kelapa—yang hanya akan bergerak jika “dihidupkan”. Tapi yang menggerakkan bukan manusia. Yang mengisi adalah roh.
Di Bantul, Yogyakarta—terutama di Grudo—tradisi Nini Thowong masih dilakukan dalam suasana sakral. Boneka ini dijadikan medium, bukan mainan. Dalam ritualnya, seorang pawang akan memanggil entitas halus—seringkali bukan roh jahat, tapi arwah penasaran, atau bahkan leluhur penjaga—untuk “menginangi” tubuh kosong si boneka. Tubuh kosong, seperti tubuh manusia, tak ada artinya tanpa jiwa. Dan jiwa, jika diundang dengan benar, bisa datang. Dan menari.
Gerakan Nini Thowong tak dibuat-buat. Ia akan bergerak sendiri. Kadang pelan, kadang liar. Kadang membawa pesan, kadang hanya ingin ikut hadir. Filosofinya dalam: tubuh hanyalah wadah. Yang membuat hidup adalah energi yang tak terlihat. Dan energi itu bisa diminta datang, jika niat, mantra, dan ruang dibersihkan.
Tapi tak sembarang orang boleh bermain dengannya. Salah panggil bisa membawa celaka. Salah tutup bisa bikin arwah enggan pulang. Maka, Nini Thowong juga adalah pelajaran tentang batas: bahwa dunia ini bukan hanya milik yang kasat mata.
Di balik tarian dan tawa anak-anak yang menyaksikan, terselip sebuah peringatan halus dari masa lalu: bahwa setiap benda bisa punya nyawa, jika kita percaya. Dan bahwa tak semua yang bergerak itu hidup, dan tak semua yang hidup itu terlihat.
Credit
Executive Producer
KALACEMETI PICTURES
Producer
DWIJANARTI PRATIWI
Director
A. IRFAN MUZAKI
Script Writer
DWI PUTRI. R
Camera Person
- A. IRFAN MUZAKI
- DZULKIFLI AZHAR
Audioman
- ANNORY LANGGA
- HIKMAWAN FAJAR. S
Lightingman
MARK DOMINGGO. N
Editor
A. IRFAN MUZAKI
Unit Manager
DWIJANARTI PRATIWI